Senin, 23 November 2015

21.07.00

Musim kemarau panjang yang sangat melelahkan akhirnya usai sudah, berganti dengan musim hujan yang membawa kesegaran . Langit cerah perlahan mulai tertutup awan mendung, udara panas mulai berubah jadi dingin, tanah yang kering dan berdebu kini perlahan basah dan menjadi becek, bahaya kebakaran yang sebelumnya telah memakan banyak korban, kini berganti dengan bahaya cuca ekstrim yang juga berbahaya.

Apapun musimnya, bagaimanapun keadaannya, bagi para petualang, hasrat untuk mendaki gunung tetap selalu menggebu. Musim yang telah berganti bukan berarti meniadakan ancaman dan bahaya, melainkan hanya menggantikan satu jenis bahaya dengan bahaya lain yang tak kalah mengancam.

Mendaki di musim hujan akan sangat berbeda dengan musim kemarau. Jika di musim kemarau lalu kita bebas beraktivitas di luar, saat musim penghujan datang, biasanya pergerakan kita jadi cukup terbatas, tak jarang hujan yang lebat dan tak cepat reda membuat kita terjebak dalam tenda selama berjam-jam lamanya.

Terjebak dalam tenda yang begitu sempit dan pengap selama berjam-jam tentunya bakal sangat membosankan, berikut ini ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk membunuh waktu saat kita terpaksa mendekam dalam tenda.

Membaca buku, koran atau majalah

Kebanyakan travelers dari negara maju kerap mengisi waktu luang di tengah perjalanan dengan membaca buku. Bepergian kemanapun, buku nampaknya selalu jadi bawaan wajib mereka. Nah bagaimana dengan traveler Indonesia? Rasanya masih sangat jarang yang melakukan hal yang sama, termasuk saya sendiri.

Karena cukup berat, dan takut basah dan rusak saat kehujanan di jalan, membawa buku bacaan saat pergi mendaki menjadi hal yang jarang saya lakukan. Padahal membawa buku saat mendaki bisa membawa banyak manfaat lho, terutama saat mendaki di musim hujan.

Membaca buku bisa jadi salah satu cara paling efektif untuk mengusir rasa bosan saat terjebak di dalam tenda dalam waktu yang lama. Jika tak suka membaca buku-buku tebal dengan bacaan yang berat, Koran atau majalah bisa jadi alternative pilihan.

Menulis catatan perjalanan

Sejak punya blog, menuliskan berbagai detail penting dan cerita pengalaman menarik selama melakukan pendakian menjadi salah satu hal yang rutin saya lakukan di tengah perjalanan. Hal ini juga bisa jadi cara ampuh untuk membunuh waktu saat terjebak dalam tenda di tengah hujan.

Berbagi cerita dengan teman

Menurut penelitian para ahli, kebanyakan orang Indonesia sangat suka mengobrol. Berbagi pengalaman cerita pendakian, curhat permasalahan hidup, atau sekadar ngobrol ngalor ngidul dengan topic yang tak jelas bisa sangat menyenangkan untuk dilakukan saat menunggu hujan yang tak kunjung reda.

Mendengarkan musik favorit

Siapa yang tak suka musik, rasanya hampir setiap orang normal pasti suka mendengarkan musik. Sebelum pergi mendaki, isilah gadgetmu dengan daftar lagu-lagu favorit, jangan lupa untuk membawa power bank sebagai cadangan daya.

Bermain kartu

Tak ada salahnya untuk membawa kartu remi atau domino saat pergi mendaki. Bermain kartu bisa jadi hal menyenangkan untuk dilakukan bersama teman saat harus berdiam diri berlama-lama di dalam tenda.

Bermain ular tangga atau monopoly

Membawa permainan ular tangga apalagi monopoly yang cukup ribet saat pergi mendaki rasanya tidak lazim dilakukan, tapi bisa jadi sangat berguna, apalagi saat pergi mendaki di musim hujan. Jika tak mau ribet membawa peralatan permainan yang sungguhan, opsi lainnya bisa dengan mengunduh aplikasi permainan ini ke dalam gadget.

Nonton film

Beruntunglah kita hidup di jaman yang serba mudah seperti sekarang, dengan gadget yang semakin canggih, menonton fim bisa dilakukan dimanapun, termasuk saat berkemah di alam liar. Namun, menonton film dari gadget tentunya bakal sangat menguras daya, jadi kita perlu membawa banyak cadangan stock powerbank.

Bermain tebak-tebakan

Saat kecil dulu, bermain tebak-tebakan adalah permainan favorit. Cara ini bisa jadi permainan yang menghibur untuk mengusir rasa bosan saat berkemah di musim hujan.

Bermain gamebot, gameboy, PSP atau game smartphone

Jaman sekarang, dengan anak-anak mudanya yang kekinian, permainan sederhana dalam gamebot atau gameboy mungkin sudah tak menarik lagi, alternatifnya bisa membawa Playstation Portable (PSP) atau mengisi smartphone dengan game-game seru yang bisa dimainkan secara offline.

Belajar ilmu mendaki, P3K, dan Survival

Daripada mengisi waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat, belajar tentang berbagai ilmu yang berguna untuk para petualang bisa jadi pilihan yang cerdas. Tak perlu membawa buku-buku panduan, kini semuanya sudah semakin mudah, cukup unduh saja berbagai aplikasi berguna seperti panduan mendaki, PMI first aid, atau SAS survival guide dari playstore.

Masak ceria

Memasak dalam tenda sebenarnya cukup berbahaya juga, karena sangat rentan dengan resiko kecelakaan yang bisa membakar seluruh tenda. Namun jika tenda kamu punya bagian depan yang berfungsi sebagai teras, memasak bisa dilakukan dengan cukup aman. Bagi kamu yang suka memasak dan makan, hal ini tentunya bisa jadi cara paling menyenangkan untuk membunuh waktu.

Makan cemilan

Untuk melakukan cara satu ini, kamu perlu bersiap-siap dengan membawa banyak stok makanan ringan.

Membuat rencana kegiatan untuk dilakukan

Bagi sebagian orang, menyusun rencana-rencana untuk masa depan adalah kegiatan yang sangat seru untuk dilakukan. Membuat rencana kegiatan untuk dilakukan setelah nanti hujan reda, atau daftar acara untuk besok bisa dilakukan sambil berdiskusi bersama teman.

Bobo cantik dalam balutan kantong tidur

Jika tak ada hal lain yang bisa dilakukan, pilihan terakhirnya ya bobo cantik dalam hangatnya sleeping bag. Anggap saja kamu adalah seekor beruang yang sedang berhibernasi di tengah musim dingin yang panjang.


0 komentar:

Posting Komentar