Selasa, 31 Maret 2015

23.36.00

Dalam pendakian gunung, cuaca merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Di pegunungan, cuaca dapat berubah-ubah dengan sangat cepat tanpa kita sadari tanda-tandanya. Cuaca cerah sering kali menjadi keberuntungan yang menyenangkan, dan hujan selalu jadi hal yang tak diharapkan namun sering kali datang dengan tiba-tiba. Sebenarnya, alam selalu memberikan tanda tentang keadaan cuaca yang akan terjadi dari waktu ke waktu, namun kadangkala kita tak menyadari tanda-tanda yang ada. Setelah sebelumnya membahas berbagai tips mendaki gunung, kali ini, kami akan melengkapinya dengan membahas tentang salah satu cara memperkirakan cuaca, yakni dengan melihat awan.


Awan adalah salah satu indikator paling baik yang dapat anda gunakan untuk memprediksi cuaca. Anda dapat dengan mudah memprediksi cuaca manakala mengetahui dan mengingat berbagai jenis awan yang ada di langit, beserta arti dan maksudnya yang berhubungan dengan keadaan cuaca. Ada 10 jenis awan yang perlu anda kenali dan ketahui untuk dapat memprediksikan cuaca, namun jika anda bingung dan tak dapat mengingat dengan baik nama dan jenis-jenis awan ini, anda hanya perlu melihat posisi awan yang ada di langit, semakin tinggi posisinya, semakin baik pula cuaca yang akan terjadi.

  • Awan Stratus

Stratus adalah jenis awan rendah serupa lapisan kabut yang dapat menghasilkan gerimis. Jika awan ini menghiasi langit malam serta menutupi keindahan langit di pagi hari, biasanya beranjak siang mereka akan menghilang dan menghasilkan cuaca yang baik.

  • Awan Stratocumulus

Stratocumulus merupakan awan yang terlihat seperti lapisan yang menggumpal menutupi langit. Awan jenis ini biasanya menghasilkan hujan ringan. Namun tenang saja, menjelang sore atau menuju senja, awan ini akan segera menghilang.

  • Awan Nimbostratus

Nimbostratus adalah awan rendah yang menyelimuti langit yang menunjukkan kalau hujan berlangsung selama beberapa jam.

  • Awan Altostratus

Altostratus adalah awan berupa kerudung yang menggantung di langit menutupi matahari atau bulan. Jika awan jenis ini semakin tebal dan menghitam, bersiaplah karena itu pertanda bahwa hujan sedang dalam perjalanan.

  • Awan Cirrostratus

Cirrostratus adalah awan yang terdiri dari partikel es. Biasanya awan ini menutupi matahari dan menghasilkan lingkaran cahaya indah. Jika awan ini menutupi langit, dan membuat langit menjadi gelap, hal itu akan menghasilkan hujan, namun tergantung suhu udara yang ada.

  • Awan Cirrus

Cirrus merupakan awan tipis nan tinggi di atas langit. Awan ini biasanya terlihat saat cuaca sedang sangat cerah.

  • Awan Cumulus

Jenis ini adalah awan yang paling mudah untuk dikenali. Bentuknya berupa gumpalan-gumpalan putih yang serupa kapas. Jika awan cumulus terbentuk secara terpisah-pisa dengan ukuran yang relatif kecil, itu menandakan cuaca baik. Namun jika gumpalannya besar dan warnanya agak gelap, bisa mendatangkan hujan yang sangat lebat.

  • Awan Cumulonimbus

Nah, kalau yang ini adalah awan petir. Posisinya bisa sangat rendah menggantung di langit. Jika awan jenis ini muncul, kemungkinan besar akan ada hujan badai disertai angin kencang dan petir.

  • Awan Altocumulus

Awan altocumulus adalah awan yang menandakan cuaca sangat cerah. Awan ini biasanya hadir setelah setelah badai.

  • Awan Cirrocumulus

Cirrocumulus adalah awan yang indah serupa riak air di permukaan danau. Mereka merupakan pertanda cuaca yang sangat cerah, dan biasanya akan menghilang ke langit biru yang cerah.

Itulah sedikit bahasan mengenai cara memperkirakan cuaca dengan melihat awan. Alam selalu memberikan banyak pertanda kepada manusia tentang berbagai keadaan yang akan terjadi, tinggal kita belajar untuk membaca dan mengetahui tanda-tanda tersebut. Baca juga tips-tips mendaki gunung seperti tips mendaki gunung sendirian (solo hiking), tips mendaki malam, tips packingtips mendaki di musim hujan, dan masih banyak lagi tips bagus yang lainnya. Semoga bermanfaat, salam lestari!

0 komentar:

Posting Komentar