Senin, 20 Juli 2015

10.42.00
Lebaran artinya liburan, dan liburan berarti petualangan, hehe. Ya bagi hampir semua orang Indonesia, momen lebaran atau idul fitri benar-benar sangat berharga, karena selain waktunya untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga besar, lebaran juga bisanya diikuti libur panjang yang bisa dimanfaatkan untuk refreshing dari penatnya aktivitas sehari-hari yang begitu melelahkan. Tak heran, tiap lebaran datang, objek-objek wisata di hampir semua daerah bakal kebanjiran pengunjung dari berbagai penjuru dunia. Salah satu kota wisata paling sibuk di tiap lebaran adalah Kabupaten Pangandaran, yang punya sejuta tempat wisata menarik keren yang wajib kamu kunjungi. Dan pada liburan kali ini, kebetulan saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat wisata baru yang menawarkan petualangan body rafting susur sungai Santirah, yang bertempat di Desa Selasari, Kecamatan Parigi Pangandaran.


Niat awalnya aku kepingin berkunjung ke Citumang yang lagi hits itu lho, biar bisa pamer foto-foto keren di instagram dan media sosial lainnya, hehe. Tapi belum sampai aku ke lokasinya, antrean kendaraan yang menggila bener-bener bikin males dan sukses mengurungkan niatku berkunjung ke sana. Beruntung sodaraku tahu alternatif destinasi lain yang katanya tak kalah keren dengan Citumang itu, namanya Santirah, lokasinya lumayan jauh lagi ke pelosok namun punya kondisi air yang lebih bagus (karena posisinya lebih dekat ke hulu sungai yang mengalir ke Citumang), dan lagi trek raftingnya lebih panjang, disana kita bakal nyusur sungai kurang lebih sejauh 1,5 km, pokoknya lebih kece deh, ceunah. Dan meluncurlah kami ke lokasi itu, dengan melewati jalan panjang yang terjal dan ancur bukan main.
Tiba di sana, ternyata suasananya lumayan sepi, pengunjung yang datang cuma beberapa ekor manusia saja, tidak seperti Citumang dan Green Canyon, lokasi wisata Santirah masih sangat sederhana, belum banyak fasilitas wisata yang dibangun, hanya ada sebuah WC kecil dan beberapa warung bertebaran di sekitar lokasi, pokonya sipp deh buat kamu yang tak suka keramaian.
Tak berlama-lama, kami langsung nego harga dengan para guide yang siap memandu, dan langsung meluncur ke sungai dengan mengenakan jaket pelampung dan menenteng tube atau ban dalam yang telah disediakan. Sialnya kamera pocketku tertinggal di rumah persinggahan, terpaksa kamera smartphone bututku jadi alternatif alat dokumentasi. Tapi tak apalah, tak dapat foto bagus, yang penting dapat pengalaman seru dan menantang. Cuss, petualangan pun dimulai!


Pertama kali turun ke sungai, kami sudah disuguhi pemandangan air terjun kecil yang cukup indah. Para guide mulai memberi panduan keselamatan dan menerangkan berbagai informasi tentang petualangan yang akan kami lalui. Ada banyak spot-spot menarik berupa 4 air terjun dan 2 gua yang sangat indah di sepanjang sungai yang akan kami lalui, dengan garis finish berupa bagian sungai yang cukup dalam untuk dipakai lompat-lompat dari atas tebing.
Air disini jernihnya bukan main, bening semlohai hingga dasar sungai pun terlihat jelas. mungkin karena sedang musim kemarau, jadi tak banyak lumpur terbawa dari hulu. Setelah beberapa menit memulai perjalanan, pemandangan indah mulai terhampar di pinggiran sungai Santirah ini, batuan dipinggir terlihat mempesona dengan garis-gari pahatan alami hasil gerusan air selama beribu-ribu tahun lamanya. Hijau dedaunan dan rindang pepohonan pun semakin menambah suasana alami nan asri di sungai yang sangat jernih ini, memanjakan mata yang tak henti-hentinya memandang dan mengagumi keindahan alam raya ciptaan Tuhan. Spot-spot indah kami lalui dengan sangat menyenangkan, kadang kami kesulitan terhambat bebatuan, tak jarang pula kami meluncur mulus melewati arus air yang lumayan kencang di beberapa lokasi. Hingga akhirnya kami tiba di gua pertama, terowongan alami ini tak terlalu panjang memang, tapi punya keindahan ukiran dinding yang indah dilengkapi pancuran-pancuran air yang keluar dari dinding gua. Lalu ada gua kedua yang panjang dan gelap, adrenalin kami sedikit terpacu disana. Berikut sedikit gambar hasil jepretan smartphone bututku di sepanjang perjalanan.






Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, hingga akhirnya kami sampai di titik finish untuk mengakhiri perjalanan dengan sebuah lompatan uji nyali dari atas tebing, tak terlalu tinggi memang, namun cukup membikin hati cukup dag-dig-dug. hehe. Selesai sudah petualangan kami, saatnya kembali ke pangkalan, dari titik finish butuh berjalan kaki selama 15 menit untuk kembali ke titik awal. Pemandangan ladang dan bukit menemani perjalanan kami kembali ke lokasi awal.
Buat kamu yang suka wisata petualangan, Santirah sangat cocok untuk dijadikan destinasi tujuan berlibur buat kamu. Dengan trek yang lebih panjang, serta air yang lebih alami, Santirah bisa jadi alternatif bagus jika kamu gagal ke Citumang. Pangandaran memang punya sejuta pesona wisata yang sangat sayang untuk dilewatkan, Kabupaten baru di ujung timur Jawa Barat ini dijamin akan bisa memuaskan hasrat travellingmu. Banyak alternatif yang bisa dipilih mulai dari beragam pantai indah, hingga wisata-wisata alam sejenis Green Canyon, Citumang, dan Santirah ini.
Segitu saja yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat, happy travelling guys!

0 komentar:

Posting Komentar