Selasa, 08 Desember 2015

02.00.00

Gunung Papandayan terkenal sebagai salah satu gunung dengan pemandangan terindah yang ada di Indonesia. Dengan fakta tersebut, tak heran setiap minggunya, gunung ini dikunjungi banyak pendaki, baik lokal maupun mancanegara.

Namun, meski memiliki banyak keunggulan dengan ragam panorama indah yang dimiliki, bagi sebagian orang, gunung ini jelas-jelas sangat tak menarik untuk didaki. Berikut 11 alasan kenapa sebaiknya jangan mendaki Gunung Papandayan.

1. Sedikit tanjakan terjal dengan banyak bonus sepanjang jalur, takkan memberi tantangan yang kamu inginkan


Jika kamu termasuk tipe petualang yang suka dengan tantangan, jangan harap akan menemukan sensasi petualangan yang menantang di sepanjang trek pendakian Gunung Papandayan. Dengan jalur yang landai, bersahabat, sedikit tanjakan, dan banyak bonus, Papandayan akan terlalu mudah untuk kamu hadapi. Maka dari itu, jika kamu bukan pemula atau pendaki yang senang dengan jalur santai, lebih baik jangan mendaki gunung ini.

2. Foto selfie dengan latar sekumpulan pohon mati bukan gaya kesukaanmu

A photo posted by Silvia Fransiska (@silviafr2109) on

Bagi kebanyakan orang, berfoto di hutan mati menjadi hal yang wajib dilakukan saat berkunjung ke Papandayan. Berfoto selfie dengan latar pohon-pohon mati sisa letusan terakhir gunung ini, menjadi hal menarik yang sering dilakukan banyak orang.

Jika menurutmu hal seperti ini terlalu biasa untuk dilakukan, dan benar-benar bukan gayamu, tak perlu repot-repot berkunjung ke Papandayan, lebih baik cari destinasi lain yang punya panorama yang sesuai dengan gayamu.

3. Fasilitas seperti toilet umum dan warung-warung kecil bukan hal yang ingin kamu temui di gunung


Karena biasanya di gunung tak ada warung nasi atau minimarket untuk dikunjungi, membawa semua bahan makanan dan perbekalan adalah satu hal wajib untuk dilakukan saat hendak pergi mendaki. Karena uang menjadi tak bernilai lagi di tengah belantara sana. Namun di Papandayan, suasananya akan sangat berbeda, ada warung-warung kecil yang bertebaran di sekitar tempat berkemah. Di warung-warung ini, uang yang kamu bawa akan sangat berguna untuk membeli makanan dan minuman yang lumayan mewah untuk ukuran jajanan pendaki.

Saat ingin buang air di tengah hutan, biasanya kamu harus mencari semak belukar untuk menggali lobang dan hanya bisa mengandalkan tissue untuk keperluan bersih-bersih. Namun di sini, toilet umum dan sumber air melimpah juga tersedia untuk memanjakan para pengunjung.

Jika kemudahan-kemudahan fasilitas seperti ini bukan hal yang ingin kamu temukan di gunung, lebih baik kamu cari gunung lain untuk didaki.

4. Kamu bukan tipe orang yang suka melihat keramaian dengan banyak pendaki cantik hilir mudik di depan tenda


Ada banyak sekali pendaki yang datang ke Papandayan di setiap akhir pekan. Tempat parkir awal akan berubah jadi seperti pasar dengan banyak pengunjung hilir mudik dan pedagang yang menjajakan berbagai barang dagangannya. Jalur pendakian akan ramai, dan di pondok saladah (tempat berkemah utama), ratusan tenda pendaki akan memadati setiap penjurunya.

Jika kamu termasuk tipe pendaki yang pergi ke gunung untuk mencari ketenangan dan suasana damai, jangan harap mendapat apa yang kamu inginkan di Papandayan. Riuh ramai obrolan dan teriakan pendaki akan terdengar di malam hari. Paginya, saat sedang menikmati secangkir kopi di depan tenda, akan banyak pendaki cantik yang hilir mudik kesana kemari.

Jika tetap ingin mendaki gunung ini, dengan harapan mendapat suasana yang lebih damai, jangan mendaki di akhir pekan atau tanggal merah, pilihlah waktu pendakian di hari biasa.

5. Kawah yang mengepulkan asap berbau tak sedap sungguh sangat mengganggumu

A photo posted by Oktavianti Permatasari (@otakuvee) on

Tak suka dengan bau sulfur yang menyengat? Jangan sekali-kali pergi mendaki ke Papandayan. Pasalnya, di awal jalur pendakian, kamu harus melewati kawasan kawah papandayan yang tak henti-henti mengepulkan asap belerang yang tentu saja akan mengganggu pernafasan. Solusi yang bisa kamu lakukan, mungkin dengan membawa penutup hidung seperti masker, slayer atau buff.

6. Bunga edelweiss bukan bunga favoritmu


Gunung Papandayan terkenal sebagai salah satu tempat terbaikuntuk melihat vegetasi bunga edelweiss jawa yang sudah sangat langka. Dan tempat terbaik untuk melihat vegetasi bunga ini adalah kawasan Tegal Alun dan sekitar pondok Saladah.

Bagi kamu yang tak suka bunga edelweiss, vegetasi bunga edelweiss yang bertebaran di berbagai tempat tentu akan terasa sangat mengganggu pemandangan.

7. Akses jalan yang bagus serta lokasi Papandayan yang tak jauh dari kota tampak terlalu mudah untuk dicapai olehmu


Jika kamu mendambakan perjalanan seru nan menantang sejak awal perjalanan, lebih baik cari destinasi gunung lain yang cukup sulit untuk dijangkau. Karena untuk mencapai gunung ini, kamu tak bakal butuh usaha yang terlalu sulit.

Meski jalannya cukup menanjak dan berkelok, akses jalan yang cukup dekat dari kota serta kualitas permukaan jalan yang cukup baik akan mudah dilalui oleh kendaraan bermotor.

Bagi kamu yang mendamba petualangan menaiki kendaraan melewati jalanan terjal, perjalanan menuju gunung Papandayan tentu akan menjadi sangat membosankan.

8. Udara malam yang sangat dingin sering mengganggu tidur nyenyakmu


Siang hari di Papandayan bakal terasa sangat panas, apalagi jika kamu berada di kawasan sekitar kawah yang tandus. Namun, saat malam datang, jangan berharap kamu akan mendapat udara hangat yang bersahabat. Jika tak membawa kantong tidur berkualitas bagus, kamu harus siap-siap untuk tidur sambil menggigil karena dingin yang keterlaluan.

9. Pemandangan jutaan bintang di langit malam sama sekali tak menarik bagimu


Saat cuaca kebetulan sedang cerah, bersiaplah untuk menyaksikan pemandangan jutaan bintang yang menghiasi langit malam. Untuk para fotografer yang suka memotret keindahan langit malam, pemandangan ini tentu akan sangat dinanti. Tapi bagi kamu yang tak suka dengan langit malam, hal ini tentu takkan jadi sesuatu yang menarik dari gunung ini.

10. Kamu punya alergi dengan pemandangan sunrise yang mempesona


Jangan sekali-kali memaksakan diri bangun pagi kemudian berlari menuju hutan mati hanyak untuk sekedar menanti matahari terbit. Karena pemandangansunrise di hutan mati benar-benar sangat mempesona. Saking mempesonanya, kamu yang punya alergi mungkin bakal jadi gatal-gatal dan ingin muntah saat melihatnya.

11. Mengunjungi tempat mainstream bukan gaya traveling-mu


Sudah bukan rahasia lagi, kalau saat ini gunung Papandayan adalah salah satu destinasi yang statusnya sudah terlalu hits dan sangat mainstream untuk dikunjungi. Foto-foto di gunung ini sudah terlalu banyak bertebaran di media social, berfoto di gunung ini untuk kemudian diunggah di media sosial, tak bakal membuat banyak orang kagum padamu. Apalagi kalau kamu termasuk tipe traveler yang anti-mainstream, sudah pasti Gunung Papandayan tak perlu masuk ke dalam itinerary petualanganmu.

0 komentar:

Posting Komentar